Update Informasi Terbaru | 2020

Jumat, 05 Januari 2018

Untuk Hasil Maksimal Ketahui Apa itu Exposure Dalam Fotografi

Januari 05, 2018 , Berkomentar

Dalam dunia fotografi exposure adalah jumlah cahaya yang diterima oleh sensor dalam kamera kita dalam suatu pengambilan gambar. Jika paparan cahaya yang diterima kamera kita terlalu banyak maka hasil foto yang kita dapatkan akan menjadi terlalu terang, dalam dunia fotografi disebut over exposure. Begitu juga sebaliknya, jika jumlah cahaya yang diterima oleh kamera kita sedikit maka hasil gambar yang kita dapatkan akan menjadi terlalu gelap (Under Exposure).

Dalam dewasa ini hampir semua kamera digital sudah dilengkapi dengan pengukur cahaya yang berfungsi mengatur paparan cahaya/exposure secara otomatis untuk memperoleh hasil yang optimal.

Mungkin kebanyakan dari kita hanya sering menggunakan settingan otomatis pada bagian exposure'nya, padahal kalau kita mengetahui cara mensetting yang baik maka kita akan mendapatkan hasil gambar yang lebih unik dan lebih kreatif daripada menggunakan settingan exposure secara otomatis.

Dalam mengatur exposure dalam kamera ada dua macam kontrol utama yang mempengaruhinya. Pertama adalah kecepatan bukaan rana atau dalam fotografi disebut Shutter Speed yang mempunyai fungsi sebagai penentu lamanya waktu sensor terkena cahaya. Dan yang kedua adalah besarnya bukaan rana / aperture yang mempengaruhi besar kecilnya lubang rana tersebut terbuka. KOmbinasi dari kedua settingan tersebutlah yang menentukan hasil exposure. Kecepatan bukaan rana diukur dalam detik, hanya saja dalam penyebutannya notasinya dituliskan seperberapa detik. Misalnya jika kita ingin sangat cepat maka kita dapat memilih 1/2000 detik atau jika kita ingin sangat lambat kita dapat mengaturnya 8 detik. Sedangkan bukaan rana diukur dalam f/nilai. Misalnya f/1.8 maka berrarti aperture besar dan jika f/22 maka aperture sangat kecil.

Shutter speed selain menentukan cepat lambnatnya bukaan rana juga mempunyai efek lain bagi foto yang dihasilkannya. Semakin cepat shutter speed, maka foto yang dihasilkannya pun semakin keras (efek freezing menjadi semakin kelihatan). Sedangkan jika aperture mempunyai efek lebar sempitnya bidang fokus atau biasa disebut depth of field /DOF. Semakin besar aperture maka akan semakin sempit bidang fokus. Dan begitu juga sebaliknya, semakin kecil aperture maka semakin lebar bidang fokusnya.

Senin, 01 Januari 2018

Inidia 10 Smartphone dengan Kamera Terbaik Tahun Lalu

Januari 01, 2018 , , Berkomentar


Sepanjang 2017, para pabrikan smartphone berupaya unjuk gigi menghadirkan kamera berkualitas prima. Kamera ganda alias dual-camera menjadi tren, tak hanya pada perangkat flagship tapi juga yang menyasar kelas menengah ke bawah.

Efek buram alias blur tak lagi menjadi kemewahan kamera profesional semacam DSLR, tetapi bisa pula diperoleh dengan kamera smartphone. Selain itu, tangkapan luas alias wide-angle pun sudah menjadi lazim di kamera smartphone.

Selengkapnya, berikut 10 smartphone yang dinilai memiliki kamera terbaik, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Sabtu (30/12/2017), dari GSMArena.


1. Google Pixel 2 dan Google Pixel 2 XL


Situs referensi pengujian kualitas gambar perangkat digital, DXOMark, pada Oktober 2017 lalu menobatkan Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL sebagai smartphone dengan kamera terbaik. Adapun pengujiannya mencakup kualitas exposure dan kontras, akurasi warna, noise, zoom, dan bokeh.

Menurut DXOMark, lini Google Pixel 2 mampu menangkap detail gambar dengan baik di area terang maupun gelap, bahkan dalam keadaan kontrasi tinggi seperti di bawah matahari saat tengah hari.

Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL mampu membuktikan kebolehannya, padahal smartphone tersebut tidak mengusung kamera ganda sebagaimana pabrikan lainnya.

Rahasianya ada pada teknologi software buatan Google, sekaligus fitur-fitur semacam dual-pixel autofocus dan penstabil goyangan mekanik (OIS) dan elektronik (EIS). Kamera Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL juga memiliki sensor berukuran lebih kecil 1/2,6 inci dengan resolusi 12 megapiksel yang dipasangkan dengan lensa berbukaan f/1.8.

2. Samsung Galaxy Note 8 dan Galaxy S8

Galaxy Note 8 memiliki fitur layar Infinity Display, namun bagian sisinya tidak melengkung.

Galaxy Note 8 memiliki fitur layar Infinity Display, namun bagian sisinya tidak melengkung.
Galaxy Note 8 memiliki fitur layar Infinity Display, namun bagian sisinya tidak melengkung.(Reska K. Nistanto/KOMPAS.com)

Samsung Galaxy S8 memiliki kamera yang kompeten untuk mereduksi noise. Dibekali fitur OIS, kamera Galaxy S8 dikatakan mampu merekam video yang bebas dari guncangan.
Sementara itu, Galaxy Note 8 adalah portofolio Samsung pertama yang mengusung dual-camera. Masing-masing berkualitas 12 megapiksel, satu untuk pembidikan wide-angle dan satunya lagi untuk telephoto.

Dengan begitu, pengguna bisa membidik foto portrait dengan efek blur yang menawan. Selain itu, efek blur juga bisa diganti-ganti fokusnya sesuka hati dengan fitur Live Focus.





3. LG V30 dan LG G6


LG V30 Plus

LG bisa dibilang sebagai inisiator tren kamera wide-angle, baik untuk lanskap maupun selfie. LG V30 sendiri menghadirkan perspektif wide-angle dengan kualitas selayaknya action camera.

LG V30 adalah smartphone paling andal dari sang pabrikan Korea Selatan sepanjang 2017. Untuk kualitas kamera serupa namun dengan spesifikasi sedikit lebih rendah, ada pilihan lain yang diberikan yakni LG G6. 

4. iPhone X dan iPhone 8 Plus

Tampilan layar ini muncul saat pengguna pertama kali menyalakan iPhone X

Tampilan layar ini muncul saat pengguna pertama kali menyalakan iPhone X

Apple meningkatkan kualitas kamera pada lini iPhone 8 dan iPhone X secara signifikan. Menggunakan dual-camera yang masing-masing berkualitas 12 megapiksel, iPhone 8 dan iPhone X menghadirkan hasil foto portrait yang tajam dan dalam.

Selain itu, ada fitur-fitur pelengkap yang membuat hasil foto tampak dibidik di studio dengan pencahayaan berkelas.